Cara Branding Produk yang Perlu UMKM Ketahui

Cara branding produk yang tepat dapat mengembangkan produk itu sendiri, memperluas jaringan hingga mengupayakan produk agar tetap bertahan. Pelaku UMKM kini harus paham betul apa itu branding produk. Karena branding produk dan mengkomunikasikan produk yang dibuat adalah hal wajib bagi semua pelaku bisnis.

Tujuannya tidak lain adalah untuk menembus pasar, bagaimana produk yang dibuat dapat dikenal secara luas dan diminati. Jadi, bagaimana caranya? Langkah apa yang harus dilakukan? Simak terus ya.

Seberapa Penting Branding Produk untuk UMKM?

Ini mungkin pertanyaan yang wajar bagi siapa saja yang baru masuk ke dunia UMKM. Selama ini istilah ‘brand’ atau ‘branding’ melekat pada produk yang dihasilkan oleh perusahaan besar atau produk-produk yang sudah dikenal luas.

Beberapa sumber mengatakan jika branding produk juga hal mendasar yang penting untuk UMKM. Pelaku UMKM perlu memiliki satu bekal yang mumpuni dalam menerapkan cara branding agar usaha yang dirintis terus bertumbuh.

Selain itu, hal tersebut juga berhubungan erat dengan bagaimana pelaku UMKM dapat dengan tepat memanfaatkan media digital yang beragam. Karena kehadiran media ini sangat membantu proses komunikasi produk dan branding. Media ini mengantarkan produk ke sasaran yang lebih tepat dan secara bertahap dapat meningkatkan potensi bisnis.

Meski banyak barang sejenis di pasaran, jangan pernah minder dengan produk hasil UMKM. Selalu ada karakter yang berbeda yang tumbuh dari bagaimana cara branding produk. Karakter setiap produk pasti unik setidaknya karena berasal dari produsen yang berbeda dan tujuan pembuatan produk.

Itulah sebabnya pelaku UMKM sangat wajib menerapkan branding produk ini, branding yang tepat akan menunjukkan tentang seberapa nilai yang ingin dicapai hingga tujuan jangka panjangnya.

Setiap produk memiliki segmen yang berbeda. Dengan produk yang sama, pelanggan yang loyal akan tetap memilih produk tertentu karena menganggap produk tersebut berasal dari produsen terkenal. Harga yang murah dengan kualitas yang baik adalah daya tarik dari produk. Konsumen akan jeli meski dihadapkan produk yang sama. Kuncinya tentang cara branding produk yang tepat.

Bagaimana dengan kisah pada suatu produk? Apa dampaknya pada branding produk?

Kisah yang dekat dan relevan dengan konsumen meningkatkan peluang penjualan. Pelaku UMKM harus memutar otak menyoroti dan merangkai keunikan menjadi kisah dibalik produk dan siap disuguhkan kepada calon pembeli. Cerita dirangkai sepositif mungkin agar pembeli tersentuh hingga akhirnya memilih membeli produk UMKM.

Ada cara yang bisa anda coba seperti uraian berikut. Riset dahulu apa yang publik mau. Lalu mulailah dengan menyukai produk yang anda buat, sehingga ada rasa tulus dan memiliki terhadap produk.

Cerita yang dibuat-buat justru akan dinilai kurang baik oleh konsumen. Mereka cenderung menganggap cerita tersebut sengaja dibuat agar orang membeli produk yang ditawarkan. Prinsipnya, pembeli kini juga jeli dan cerdas, maka pebisnis juga perlu memikirkan strategi dengan cerdas.

Story telling dinilai sebagai strategi yang efektif untuk penjualan produk. Karena hal yang menyentuh hati akan lebih menarik dan membuat penasaran untuk mencoba suatu produk. Sebelum mengemas dalam sebuah cerita pastikan anda menyukai produk yang anda jual, memastikan rasa, unik, dan layak untuk dibeli.

Cara branding produk juga perlu diiringi dengan unsur kreatifitas dan inovasi yang tinggi. Tidak berhenti hanya pada satu produk, tetapi perlu mengembangkan produk dan melakukan inovasi-inovasi yang sesuai dengan pasar yang berkembang saat itu. Sesekali juga dapat melakukan kolaborasi agar brand semakin kuat.

Coba Cara Branding Produk UMKM agar Semakin Melejit

Tidak sedikit pelaku UMKM yang bisnisnya seperti jalan di tempat. Padahal mereka mengaku telah memiliki identitas, label, dan logo produk. Ternyata, pemahaman pada pengertian brand masih sangat kurang.

Kemungkinan hal ini yang membuat bisnis kurang optimal. Branding produk yang kuat membawa pengaruh kepada konsumen tentang segala hal positif yang ditawarkan dalam produk sehingga akan tetap loyal pada satu produk. Artinya tidak terbatas pada label dan logo saja.

Lalu, bagaimana cara branding produk yang bisa dilakukan agar brand menjadi kuat?

  1. Menentukan identitas produk dengan matang. Tunjukkan ide bisnis ada secara keseluruhan dan bagaimana anda melayani konsumen selain memiliki identitas dasar seperti nama dan logo.
  2. Konsep produk yang unik. Keunikan adalah pembeda sekaligus kekuatan produk anda dengan produk serupa di pasaran. Produk yang unik lebih menarik dan teringat oleh konsumen. Tonjolkan hal yang unik dari produk anda, sehingga masyarakat tidak ragu untuk mencoba bahkan membeli lagi di lain kesempatan.
  3. Tampilan produk yang mengesankan. Visual produk yang terdesain dengan baik akan lebih menarik hati para pelanggan terutama dalam pemasaran digital. Tampilan produk yang professional menandakan kesiapan anda dalam branding produk. Berhenti untuk puas pada satu desain karena persaingan dengan produk serupa masih sangat ketat.
  4. Memaksimalkan media sosial dan channel dengan beragam konten relevan. Nah, ini adalah salah satu cara branding yang sebenarnya sudah banyak diaplikasikan oleh banyak brand. Jika halaman media sosial hanya dipenuhi oleh foto produk pasti ini akan sangat membosankan.

Halaman utama brand sebaiknya juga memuat konten yang relevan. Misalnya, anda menjual produk bubur bayi instan, seimbangkan dengan memberi konten lain misalnya info tentang perkembangan si kecil atau resep yang mudah untuk ditiru. Pengguna akan berkunjung lagi dan lagi ke dalam akun anda, dari sini akan muncul insight, selain juga akan tertarik mencoba produk.

  1. Membangun kemitraan. Produk baru sangat wajar akan kesulitan untuk menembus pasar. Perlu adanya upaya agar produk cepat dikenal hingga menaikkan penjualan. Salah satunya dengan berkolaborasi dengan produk yang lebih dahulu dikenal.
  2. Mengoptimalkan layanan kepada calon konsumen. Meski baru bertanya tentang produk, tidak lantas membuat anda acuh. Bagaimana anda melayani calon pembeli akan memberi kesan percaya dan nyaman. Hingga besar kemungkinan akan berujung closing.
  3. Memaksimalkan promosi. Dengan cara ini, peluang produk menjangkau lebih banyak target akan meningkat. Promosi sangat beragam jenisnya, sesuaikan saja dengan produk dan target yang ingin dicapai.

Tingkat pemahaman pada branding produk ternyata sangat berdampak. Jika selama ini cukup dengan logo dan label maka tercipta brand, maka masih ada salah persepsi tentang maksud dari branding.

Branding produk sangat penting dalam upaya memperkenalkan produk hingga menarik minat pembeli. Ada banyak langkah yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan branding produk. Semua disesuaikan dengan kondisi dan seberapa target yang ingin dicapai. Yang tidak kalah penting adalah konsistensi. Seberapapun usaha yang dilakukan termasuk cara branding produk tidak akan berhasil jika dilakukan tanpa konsisten. Sangat wajar jika di awal proses akan banyak kesulitan dan jatuh bangun. Tetapi bagaimana menyikapi dan pantang menyerah akan membawa bisnis anda ke arah sukses.

Tinggalkan komentar