Tips Bisnis, Tips Kemasan

Cara Menerapkan Psikologi Warna Dalam Desain Kemasan

cara-menerapkan-psikologi-warna-dalam-desain-kemasan

Ketika kamu hendak melakukan desain packaging, perlu kamu perhatikan bahwa preferensi warna setiap orang itu berbeda tergantung usia dan jenis kelamin juga. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Joe Hallock menunjukkan bahwa biru merupakan warna yang paling disukai, terlepas berapapun usia orang tersebut.

Psikologi warna adalah studi tentang warna sebagai penentu perilaku manusia. Warna memengaruhi persepsi yang tidak jelas, seperti rasa makanan. Faktor-faktor seperti jenis kelamin, usia, dan budaya dapat memengaruhi cara seseorang memandang warna.

Tahukah kamu mengapa banyak penerbangan menggunakan biru sebagai warna utama mereka? Alasannya sederhana – mereka ingin menyampaikan kepercayaan. Mereka berharap bisa jadi penerbangan yang dipercaya oleh penggunanya sehingga lain kesempatan bisa menggunakan jasa mereka lagi. Jadi, biasanya pemilihan warna brand besar itu biasanya sih nggak sembarangan, pasti sudah dipertimbangkan matang bahkan memperhatikan aspek psikologis konsumen. Psikologi warna memang perlu kamu perhatikan.

Berikut ini poin-poin yang perlu kamu perhatikan terkait warna kemasan dalam ilmu psikologi

Pertama

Laki-laki diketahui sangat menyukai warna biru. 57% lebih dari mereka mengaku paling menyukai biru. Hijau dan hitam juga merupakan pilihan yang tepat untuk merek maskulin. Wanita juga menyukai warna biru, tetapi ungu, merah dan hijau juga merupakan pilihan yang tepat untuk hal-hal yang feminin.

Kedua

Kalau kamu menyasar anak-anak sebagai mangsa pasarmu, sebaiknya hindari pemilihan warna merah. Desainmu akan lebih baik jika warnanya hijau dan kebiru-biruan. Remaja dan orang-orang berusia 30-an tahun cenderung menyukai warna ungu, yang bisa menjadi hal baru yang bagus dalam desain kemasan. Memilih warna hitam akan menarik bagi orang yang lebih muda. Dan ingat aturan penting ini bahwa kebanyakan orang tidak suka warna oranye.

BACA JUGA:  Pernahkah Anda Bertanya, Apakah Tanggal Kadaluarsa Pada Kemasan Makanan Benar-benar Tidak Boleh Dilanggar?

Ketiga

Yang paling penting ketika memilih warna itu adalah mempertimbangkan dengan melihat dari perspekstif konsumen. Saat kamu ingin terlihat sangat profesional, tetapi nggak ingin terlalu “ramah” di mata klien kamu, pilih warna biru dalam desainmu. Agen pemasaran atau perusahaan, yang ingin membangun kepercayaan melalui kemasan mereka, dapat memanfaatkan warna biru.

Desain kemasan, selain dari bentuk, bahan dan tekstur, juga tentang warna. Gunakan penelitian dan temukan keraguanmu, jika kamu memilikinya. Meskipun ada banyak spekulasi di sini, sebaiknya disiapkan dengan benar sebelum membuat keputusan akhir. Tetapkan merek bisnismu, lihat apa yang dilakukan orang lain di pasar yang sama denganmu. Hanya dengan begitu kamu akan menemukan kombinasi terbaik yang sesuai dengan merek yang kamu miliki.

Berikut ini adalah color emotion guide supaya kamu jadi lebih tahu makna dari masing-masing warna.

color-eomotions-guide

sumber gambar: packhelp.com

Makna Warna Dalam Psikologi

1. Merah 

macam-macam-coca-cola

sumber gambar: The Coca-Cola Company

Warna ngejreng satu ini sangat bisa menarik perhatian. Merah dikaitkan dengan kegembiraan, gairah, bahaya, energi, dan tindakan. Dalam psikologi warna, merah menjadi warna yang paling intens. Dengan demikian bisa memancing emosi terkuat. Apabila kamu menambahkan warna merah pada websitemu, gunakan untuk mengarahkan pada menu call atau ikon penjualan jika itu memang akan kontras dengan desain tokomu.

mcd-menu-ayam

sumber gambar: McDonald’s

Merah memang warna ikonik yang dipakai untuk merek seperti Coca Cola dan YouTube. Warna merah cenderung mendorong selera makan, itulah juga yang membuat restoran cepat saji warnanya merah. Apakah kamu sadar seperti KFC, McD, Olive, dan lain lain itu warnanya merah? Alasan inilah yang mendasari pemilihan warna itu.

BACA JUGA:  5 Tips Memulai Usaha Coffee Shop

2. Kuning

Dalam psikologi warna, makna warna untuk kuning berputar di sekitar sinar matahari. Ini membangkitkan perasaan kebahagiaan, kepositifan, optimisme, dan musim panas. Beberapa merek memilih untuk menggunakan warna kuning ceria sebagai latar belakang atau batas untuk desain situs web mereka. Sedikit sentuhan kuning dapat membantu pengunjung situs mengaitkan tokomu dengan sesuatu yang positif.

logo-ferrari-kuning

sumber gambar: Ferrari Corporate

Warna kuning digunakan oleh merek-merek seperti Ferrari dan Ikea. Banyak orang bermimpi mengendarai Ferrari. Merek mewah dikaitkan dengan perasaan bahagia, musim panas, dan gaya hidup tanpa beban ini. Merek Ikea juga menggunakan warna ini. Apa hubungannya membeli perabot dengan kebahagiaan? Baiklah, mari kita lihat siapa yang kemungkinan membeli produk-produk itu. Banyak orang yang baru saja membeli rumah pertama mereka atau pindah untuk pertama kalinya, akan pergi ke Ikea untuk membeli produk untuk melengkapi rumah mereka. Pada saat seperti ini biasanya diisi dengan kebahagiaan dan optimisme untuk perubahan baru yang menjadikan kuning warna tepat untuk dikaitkan dengan merek.

ikea-warna-kuning

sumber gambar: Adweek

Sekarang setelah kamu mempelajari apa itu psikologi warna dan apa arti warna yang paling umum untuk setiap warna, sekarang saatnya menerapkannya pada bisnis. Meskipun banyak cara memiliki warna yang umum digunakan, seperti biru untuk perawatan kesehatan, kamu tidak selalu harus mengikuti aturan. Pertimbangkan untuk memilih warna yang mewakili apa yang kamu inginkan dari produkmu atau apa yang kamu ingin pelanggan rasakan ketika menjelajahi toko online kamu. Selamat mencoba!

 

BACA JUGA:  Kemasan Bubuk Cabai, Enaknya Pakai Botol Atau Sachet?