Contoh Branding Produk Makanan yang Minim Cost High Impact!

Branding produk makanan harus terlihat memikat untuk setiap pelanggan baru. Adanya branding yang tepat bisa mendorong calon pelanggan untuk mengambil produk tersebut di rak. Contoh branding produk makanan misalnya dalam hal packaging atau kemasan. Strategi pemasaran seperti branding ini memang cenderung menguras biaya. Tapi saat ini ada banyak strategi pemasaran dengan biaya minim yang bisa dicoba.

Perhatikan Ini dalam Contoh Branding Produk Makanan

Branding merupakan bagaimana produk merepresentasikan dirinya. Tak hanya tampilan luar, namun isi dari produk tersebut. Branding tidak hanya sekedar publisitas namun berpengaruh pada pandangan pelanggan terhadap produk.

Pilihan strategi branding untuk produk tergantung dari tujuan bisnis. Begitu juga pada produk makanan, branding bisa dibuat berdasarkan tiga pertanyaan dasar. Tiga pertanyaan dasar tersebut, yaitu:

Siapa yang Membeli Produk?

Siapa target pasar untuk produk makanan tersebut perlu diperjelas sejak awal. Apakah produk tersebut ditujukan untuk anak-anak, semua umur, orang yang diet, atau jenis kelamin tertentu. Contoh branding produk makanan untuk anak-anak misalnya dengan menggunakan karakter hewan yang lucu untuk kemasannya.

Apa yang Membedakan dari Kompetitor?

Jika ingin sukses dalam bisnis maka perlu menjadi yang terbaik, jika tidak maka perlu menjadi yang unik. Sebuah produk perlu memiliki pembeda dari produk serupa dalam pasar.

Adanya faktor pembeda ini bisa memudahkan dalam proses pemasarannya. Ini bisa menjadi faktor yang membuat pelanggan memilih produk tersebut daripada produk kompetitor. Pembeda misalnya produk mie instan dengan bahan sehat.

Bagaimana Mendeskripsikan Brand Produk?

Brand produk juga perlu memiliki identitas tersendiri. Ini bisa jadi proses kreatif untuk menciptakan branding khusus bagi produk tersebut. Apakah produk tersebut ditampilkan dengan kesan yang lembut, modern, tradisional, mewah, murah, sehat, atau lainnya.

Contoh Branding Produk Makanan agar Sukses

Produk makanan perlu memiliki branding yang tepat sehingga bisa mendapat perhatian pasar. Ada banyak jenis produk makanan yang dilempar di pasar. Bisnis harus bisa membuat produknya dapat dikenal melalui proses branding yang kreatif. Berikut beberapa contoh branding untuk produk makanan.

Membuat Image Brand

Konsep produk perlu diperjelas sejak awal. Ini berupa jenis produk, nilai pelanggan, image yang ingin dibangun, dan visi-misi perusahaan. Misalnya ingin membuat produk makanan sehat untuk orang dewasa, namun ingin agar image-nya menyenangkan.

Produk makanan sehat yang menyenangkan berarti harus memikirkan soal rasa yang mudah diterima. Selain itu penting juga untuk memikirkan tampilan luar produk seperti kemasan dan logo yang ceria.

Membedakan dari Pesaing

Sejak awal, perusahaan harus tahu pasar dan persaingan dari produk yang ingin diluncurkan. Apakah itu pasar yang luas atau sempit, bisa berpengaruh pada biaya dan strategi yang akan diterapkan. Perusahaan juga perlu melihat strategi branding dari kompetitor.

Produk harus memiliki pembeda dari produk sejenis. Contoh branding produk makanan berupa madu. Produk madu yang bisa dikemas dalam bentuk berbeda daripada kompetitor yang ada. Adanya pembeda ini harus bisa memberikan nilai tambah bukan malah memperlemah produk tersebut.

Logo yang Unik

Nama dan logo produk cukup penting dalam branding produk makanan. Logo yang unik dan menonjol bisa membuat produk lebih cepat dikenali. Logo tidak harus rumit tapi perlu memberikan kesan yang membuat customer terus mengingatnya. Perhatikan logo dari brand makanan ternama seperti McDonald’s dan Domino’s Pizza.

Branding untuk Kemasan Produk

Kemasan produk bisa menjadi strategi branding untuk bisa membedakan dari yang lain. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kemasan produk misalnya bentuk, bahan material, warna, dan keunikannya. Kemasan produk dipengaruhi oleh faktor seperti fitur produk (isi, ukuran, dan bentuknya), kebutuhan konsumen, kategori, dan point of sale.

Contohnya produk makanan ringan berupa keripik membutuhkan kemasan yang kedap udara. Ini bisa diberi fitur buka-tutup yang memudahkan konsumen saat mengonsumsi. Warna kemasan bisa dipilih sesuai dengan identitas yang ingin diterapkan.

Promosi Produk yang Tepat

Produk bisa sampai ke konsumen karena adanya jalur distribusi plus promosi. Produk perlu diiklankan apakah itu secara online dan offline agar pasar bisa mengenalnya. Distribusi produk juga penting agar produk bisa sampai ke konsumen yang tepat.

Promosi juga bisa sesuatu yang sudah melekat dalam produk tersebut seperti pada kemasannya. Promosi yang dilakukan tergantung dari target pasar. Jika produk makanan untuk anak-anak muda maka bisa melakukan promosi online secara gencar.

Tips Branding Produk Makanan dengan Biaya Minim

Biaya untuk branding produk bisa sangat mahal apalagi terkait promosi di berbagai media. Namun bisnis atau usaha kecil juga tetap bisa melakukan branding produk dengan biaya minim. Contoh branding produk makanan dengan biaya minim misalnya dengan membuka laman di media sosial. Ini bisa dilakukan dengan biaya yang rendah dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

Berikut ini beberapa tips untuk branding produk makanan dengan biaya minim:

Desain Logo dan Kemasan yang Hemat

Kemasan produk bisa menghabiskan biaya jika didesain oleh profesional. Bagi usaha kecil, desain kemasan produk bisa dilakukan sendiri. Ini bisa menggunakan berbagai software atau aplikasi gratis untuk membuat logo produk serta desain kemasan. Sebelumnya pelajari bagaimana pemilihan warna dan bentuk agar sesuai dengan image produk tersebut.

Selain mendesain sendiri, bisa juga melibatkan pelanggan. Misalnya dengan membuat lomba logo atau desain kemasan produk tertentu. Hadiahnya bisa berupa produk gratis, voucher, atau uang.

Membuat Akun Google My Business

Bisnis meskipun usaha kecil harus bisa ditemukan dengan mudah di internet. Saat orang mengetikkan nama produk atau usahanya seharusnya bisa langsung muncul di laman pencarian. Buat akun Google My Business agar nama usaha tercatat dan mudah ditemukan saat pencarian.

Membuat Konten Online

Branding produk makanan dengan biaya minim yaitu membuat konten online yang menarik. Bisnis perlu memiliki website dan laman media sosial tersendiri sehingga mudah dalam berhubungan dengan pelanggan. Membuka laman media sosial tidak memerlukan biaya. Namun konten di dalamnya tetap perlu diperhatikan.

Jika biaya minim, maka buat sesuatu yang menarik tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Video singkat berupa iklan yang dibuat sendiri juga dapat diunggah di berbagai platform seperti Tiktok, Instagram, atau Youtube.

Memberdayakan Karyawan untuk Promosi

Jika perusahaan besar menggunakan artis atau influencer, maka usaha kecil bisa menggunakan sumber daya yang ada. Karyawan juga bisa dijadikan model untuk video atau konten promosi. Rencanakan konten yang unik dan menarik, tapi tetap bijak sehingga brand produk bisa dikenal baik oleh pelanggan.

Branding sangat penting untuk proses pemasaran suatu produk. Contoh branding produk makanan dengan biaya minim bisa memanfaatkan media online. Apalagi jika target pasarnya anak muda atau dewasa muda yang senang berselancar di dunia maya. Produk makanan bisa dikemas dengan menarik dan dipromosikan di berbagai media secara online.

Leave a Comment