Blog

Emangnya Bisa Desain Kemasan Produk Mendatangkan Penjualan?

Emangnya Bisa Desain Kemasan Produk Mendatangkan Penjualan

Sadar atau tidak, ketika kita pergi ke pusat perbelanjaan atau supermarket yang dipenuhi deretan rak display berisi berbagai macam barang yang dibungkus dengan kemasan plastik, botol, maupun box beragam warna, mata kita akan tertuju pada satu produk yang tampilannya paling mencolok dibandingkan kemasan lainnya.

Meski bukan perkara gampang untuk membuat desain kemasan produk yang mudah dikenali hanya dengan satu lirikan mata. Tapi para pelaku usaha harus bisa membuat kemasan yang menarik agar tak kalah bersaing dengan produk lainnya.

Apalagi fungsi kemasan sendiri tidak hanya untuk melindungi produk, tapi juga sebagai identitas sehingga produkmu lebih mudah ditemukan konsumen. Jadi, jangan sembarang membuat desain kemasan produk. Ada beberapa poin penting yang perlu kamu perhatikan, agar desain kemasan produk yang kamu buat bisa mendongkrak penjualan.

Bisa dibilang desain kemasan produk sekarang ini jadi alat pemasaran vital, kalau penampilannya oke bisa jadi pendongkrak penjualan, tapi begitu juga sebaliknya jika kemasannya kurang menarik justru jadi awal kegagalan yang berarti.

Agar produkmu tak mengalami kegagalan saat dilaunching ke pasar, setidaknya ada 6 hal utama yang perlu diperhatikan ketika membuat desain kemasan produk, dilansir dari Sribu.com.

1. Kemasan Produk itu Harus Unik dan Kreatif

Jika anda mau produk (atau kemasan) anda dilirik banyak orang, buatlah kemasan sekreatif mungkin. Contohlah kemasan sereal sarapan yang sering kali mencantumkan permainan labirin, teka-teki dan lainnya untuk mendorong konsumen untuk membeli produk tersebut.

Atau, anda juga bisa berkreasi dengan bentuk kemasan seperti contoh di atas.

2. Hati-hati memilih font dan warna

Warna kemasan sebaiknya disesuaikan dengan jenis produknya. Atau, jika perusahaan telah memiliki warna korporat yang khas, boleh juga tuh diaplikasikan pada kemasan.

Pastikan bahwa anda menggunakan warna font yang tepat dan kontras. Jangan menggunakan teks oranye pada latar belakang merah atau sejenisnya. Sebagai panduan, buku Color Index bisa digunakan sebagai referensi padanan warna.

Untuk urusan bentuk font, pilih juga yang tepat dan sesuai untuk produk. Jangan gunakan font yang terlalu ‘njelimet’, yang malah sulit dibaca.

3. Pastikan label mudah dibaca

Sebagian besar konsumen membaca dulu informasi seputar produk yang akan mereka beli, karena mereka ingin tahu apa yang mereka beli, dan apakah yang mereka beli itu benar. Maka, sudah jadi tugas anda untuk memastikan para konsumen bisa membaca informasi yang tercantum pada kemasan dengan baik. Caranya? Ya, dengan memastikan ukuran dan bentuk font yang digunakan mudah dibaca dong.

Konsumen akan membaca label sebelum membuat keputusan untuk membeli. Beberapa kali, mereka akan membandingkan produk tersebut dengan produk lainnya. Nah, kalau anda mendesain kemasan yang mudah dibaca, dan para konsumen puas dengan informasi yang mereka baca, tentu mereka tidak akan pergi dan mencari produk lain; Mereka akan langsung membelinya.

Masalahnya, hanya butuh beberapa detik di depan rak di supermarket sebelum konsumen memutuskan akan membeli suatu produk. Mereka tidak punya banyak waktu untuk membaca semua label, makanya jangan buang waktu mereka – dan waktumu – dengan mendesain label yang terlalu kecil dan ‘njelimet’ untuk dibaca. Ini termasuk salah satu kesalahan yang sering dilakukan para desainer: Mereka membuat label kemasan yang sangat kecil, sehingga sulit bagi konsumen untuk membacanya. Jangan mengulangi kesalahan ini ya.

4. Manfaatkan gambar yang menarik

Masyarakat kita sangat mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang dapat dicerna oleh panca indera. Dalam hal kemasan, rangsangan yang paling mudah dicerna adalah rangsangan visual. Karena itu, anda sebaiknya menyertakan gambar/visual dalam desain kemasan anda, entah gambar kartun, foto produk, foto model atau apa pun. Pastikan saja gambarnya beresolusi tinggi, dan akan tampak bagus tidak peduli seberapa besar atau seberapa kecil ukurannya.

5. Relevansi gambar, font dan warna pada kemasan

Gambar, bentuk font, warna dan bentuk kemasan haruslah sesuai dengan produk, harus memiliki relevansi dengan jenis produk yang anda jual. Jangan menempatkan gambar anjing ketika anda membuat desain kemasan untuk hotdog – meskipun ‘dog’ memang berati anjing. Bisa-bisa anda dituduh menyesatkan konsumen, dan mereka tidak jadi membeli produknya karena berpikir bahwa itu adalah makanan anjing atau terbuat dari daging anjing.

6. Kemasan Produk Mudah dibuka

Di sisi lain, kemasan juga tidak boleh terlalu rapat sampai sulit dibuka konsumen. Jadi, anda harus melihat masalah dari dua sisi: Di satu sisi, pastikan kemasan tidak mudah terbuka dan rusak saat diangkut, didistribusikan dan dipasarkan, namun di sisi lain, kemasan mesti cukup mudah dibuka saat sudah sampai ke tangan konsumen. Sekali lagi, pikirkan betapa sibuknya konsumen yang membeli produk anda, dan bayangkan kekesalan mereka saat sudah sampai di rumah, tak sabar ingin menggunakan produk yang baru saja dibelinya, namun kemasannya begitu bandel dan sulit dibuka. Bete, kan?

Kalau packaging produk anda memang sulit dibuka, pastikan anda mencantumkan cara-cara membukanya. Kalau bisa, lengkapi juga dengan instruksi bergambar. Bahkan jika kemasannya tergolong mudah dibuka sekalipun, tak salah kok untuk menyertakan instruksi cara membukanya. Siapa tahu saja konsumen membutuhkannya.

Nah buat kamu yang masih belum bisa membuat desain kemasan produk, jangan khawatir Dikemas.com bisa bantu! Untuk konsultasi kemasan produk silahkan menghubungi tim support Dikemas.com melalui email : marketing@dikemas.com atau mobile : 0812-1511-1415.