Kehadiran Mesin Pembuatan Tempe Beri Angin Segar bagi Pengrajin

Tidak bisa dipungkiri bahwa jika tanpa adanya mesin pembuatan tempe, para pengrajin tempe akan mengalami kesusahan dalam pembuatan tempe.

Hal ini karena dalam pembuatan tempe tidak hanya mengandalkan skill pembuatan saja, namun juga diperlukan peralatan-peralatan yang memadai supaya lebih mudah untuk dilakukan.

Bagi Anda yang belum tau, bahwa proses pembuatan tempe itu sangatlah menyita banyak waktu dan juga tenaga. Dilakukan dari mulai dini hari sampai selesai di siang hari.

Atau ada juga yang memulai pembuatan dari siang hari, dan selesai di sore ataupun juga malam hari. Kesemuanya tergantung dari waktu penjualan dan juga kapasitas produksinya.

Dan yang pasti pembuatan tempe ketika kapasitas sudah cukup besar tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan tenaga pekerja yang nanti membantu dalam hal pemproduksian tempe tersebut.

Jumlahnya bisa beragam dari mulai tambahan satu orang ketika kapasitas produksinya sekitar 100kg per hari, sampai 10 orang ketika kapasitas produksinya sudah mencapai 700 s/d 800kg per hari.

Proses Produksi Tempe Kedelai

mesin pembuatan tempe dikemaspack produksi tempe

Banyaknya jumlah pekerja ini disesuaikan dengan tingkat pekerjaan yang dilakukannya. Karena banyak ragam pekerjaan yang perlu dilakukan saat pembuatan tempe.

Hal ini meliputi dari memilih kedelai yang baik serta membersihkannya dari kotoran, batu, dan biji yang rusak.

Selanjutnya kedelai tersebut direndam dalam air selama 6-18 jam. Setelah perendaman, kedelai perlu dilakukan pencucian kembali untuk menghilangkan sisa kotoran dan mengurangi bau.

Kedelai yang sudah direndam perlu untuk dilakukan pengupasan kulit. Jika belum ada mesin, pengupasan ini bisa dilakukan dengan cara diremas-remas dengan tangan yang sudah pasti akan sangat menyita waktu.

Tahapan lanjutan, ketika kedelai sudah dikupas kemudian dimasak hingga matang. Proses ini biasanya memerlukan tenaga untuk mengaduk dan memastikan semua kedelai matang merata.

Setelah proses pemasakan, kedelai harus didinginkan sebelum dicampur dengan ragi tempe. Proses ini bisa dilakukan dengan cara menyebar kedelai di permukaan yang datar dan terus-menerus diaduk.

Kedelai yang sudah dingin dapat dicampur dengan ragi tempe. Proses pencampuran ini harus dilakukan dengan merata agar fermentasi berjalan dengan baik.

Sudah mulai masuk ditahapan akhir, kedelai yang sudah dicampur dengan ragi kemudian dilakukan proses pengemasan. Pengemasan ini memerlukan ketelitian dan tenaga untuk memastikan setiap bungkus memiliki ukuran dan ketebalan yang sama.

Terakhir, tata tempe yang sudah dikemas, dan biarkan pada suhu kamar selama 24-48 jam untuk proses fermentasi. Selama ini, kadang perlu memeriksa dan memastikan suhu serta kelembapan yang sesuai.

Pada skala industri, beberapa proses ini bisa dilakukan dengan bantuan mesin, yang pasti akan mengurangi kebutuhan tenaga manusia dan meningkatkan efisiensi produksi.

Namun, pada skala kecil atau tradisional, masih banyak dari proses ini yang masih dilakukan secara manual.

Investasi Mesin Pembuatan Tempe pada Skala Kecil Produksi Tempe

mesin kemas tempe dikemaspack jawab tantangan di industri tempe

Tidak bisa dipungkiri jika skala kecil produksi tempe masih sangat terbatas kebutuhan peralatan pembuatan tempenya. Hal ini karena mesin pembuatan tempe cenderung dibutuhkan investasi yang cukup tinggi.

Investasi tinggi yang melekat biasanya sangat tergantung dari kapasitas serta fitur yang ada pada peralatan tersebut. Semakin besar dan canggih pastinya akan semakin tinggi untuk harganya.

Para pengrajin tempe perlu untuk menghitung pengembalian investasi dengan mempertimbangkan pengurangan biaya operasional, peningkatan pendapatan, dan efisiensi produksi.

Hal ini pastinya sangat berkaitan soal perkirakan waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan investasi awal dari peningkatan keuntungan yang dihasilkan dari penggunaan mesin tersebut.

Disisi lain, jika ada produsen mesin yang menawarkan opsi pembiayaan atau kredit untuk mempermudah investasi pastinya akan jauh lebih nyaman untuk dilakukan.

Apalagi jika pemerintah atau lembaga memberikan subsidi atau bantuan untuk investasi dalam teknologi industri, pastinya akan sangat membantu bagi para pengrajin tempe skala kecil.

Penggunaan dari mesin memungkinkan untuk peningkatan kapasitas produksi yang lebih mudah seiring dengan pertumbuhan bisnis yang ada.

Dengan kapasitas produksi yang lebih besar dan kualitas produk yang lebih baik, peluang untuk meningkatkan jangkauan pasar akan semakin leih leluasan.

Kebutuhan Mesin Pembuatan Tempe bagi Seluruh Pengrajin Tempe

inovasi dari harga mesin kemas tempe dikemaspack

Pada dasarnya semua pengrajin tempe membutuhkan mesin pembuatan tempe tersebut. Karena bermacam jenis mesin tersebut akan sangat membantu usaha yang dijalankan.

Kehadiran mesin pembuat tempe sangat membantu industri tempe dalam berbagai aspek. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa didapatkan :

  • Peningkatan Efisiensi Produksi

Mesin dapat mempercepat proses produksi dibandingkan dengan cara manual. Misalnya, mesin pengupas kedelai dapat mengupas dalam waktu yang lebih singkat daripada pengupasan manual.

Mesin memastikan konsistensi dalam proses produksi, seperti dalam hal ukuran dan ketebalan tempe yang mana hal itu sangat penting untuk memberikan kualitas yang sama bagi konsumen.

  • Pengurangan Kebutuhan Tenaga Kerja

Dengan menggunakan mesin, kebutuhan akan tenaga kerja manual berkurang, yang bisa mengurangi biaya produksi.

Mesin membantu mengurangi beban fisik pada pekerja, sehingga pekerjaan menjadi lebih ringan dan mengurangi risiko cedera.

  • Peningkatan Kapasitas Produksi

Mesin memungkinkan produksi dalam skala besar, yang sangat bermanfaat bagi industri yang ingin meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar yang lebih tinggi.

Mesin dapat beroperasi secara terus-menerus tanpa perlu istirahat, memungkinkan produksi sewaktu-waktu jika diperlukan.

  • Keamanan dan Higienis

Mesin dirancang dengan mempertimbangkan standar kebersihan yang tinggi, mengurangi risiko kontaminasi dan memastikan produk yang higienis.

Mengurangi interaksi langsung manusia dengan bahan baku dapat mengurangi risiko kontaminasi silang.

Kehadiran mesin pembuat tempe di industri tempe membawa perubahan signifikan yang positif, baik dari segi efisiensi, kualitas, dan kapasitas produksi.

Contoh Mesin yang Digunakan dalam Industri Tempe

mesin pembuatan tempe

Salah satu contoh dari mesin pembuatan tempe yang memberikan dampak secara signifikan khususnya pada kualitas tempe adalah mesin pembungkus otomatis.

Mesin pembungkus tempe otomatis adalah alat yang sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi dan konsistensi proses produksi tempe.

Mesin packing otomatis ini menggunakan plastik sebagai material pembungkus, dengan kapasitas tinggi dan kontrol otomatis.

Pertimbangan investasi terhadap mesin ini adalah karena mesin ini meningkatkan kecepatan pembungkusan dibandingkan dengan cara manual.

Memungkinkan produksi dalam jumlah besar dalam waktu yang jauh lebih singkat. Dan yang tidak kalah penting adalah menjamin ukuran dan berat setiap bungkus tempe seragam, meningkatkan konsistensi dan kualitas produk akhir.

Meskipun investasi awal untuk mesin pembungkus tempe otomatis bisa cukup tinggi. Namun, biaya ini dapat diimbangi dengan penghematan jangka panjang dan peningkatan efisiensi.

Dengan penggunaan mesin tersebut memungkinkan peningkatan produksi dengan lebih mudah saat permintaan meningkat, yang mana akan sangat mendukung pertumbuhan bisnis.

Mesin pembungkus tempe otomatis merupakan investasi yang bermanfaat bagi industri tempe, terutama dalam meningkatkan efisiensi, kualitas, dan kapasitas produksi.

Sangat membantu bukan, kehadiran dari mesin pembuatan tempe ini bagi Anda? Informasi selengkapnya bisa Anda hubungi marketing kami di nomor ini wa.me/6282138043788.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *