Kemasan Bumbu Cantik, Bikin Omzet-mu Naik!

Membahas tentang kemasan bumbu dan urgensinya di tengah masyarakat masa kini. Kenapa orang-orang kemudian memutuskan terjun menjadi pengusaha bumbu? Sehingga membutuhkan kemasan bumbu terbaik? Tentu saja karena di era modern ini banyak masyarakat disibukkan dengan berbagai macam aktivitas.

Seperti seorang ibu rumah tangga yang merangkap sebagai karyawan. Tentu kondisi ini menuntut ia harus pandai berbagi waktu. Dengan demikian, membutuhkan segalanya yang serba instan. Belum lagi ketika bicara tentang anak kos yang suka sesuatu yang serba mudah. Siapa sih di dunia ini yang tidak suka dengan kemudahan?

Oleh karena alasan-alasan manusia yang ingin kemudahan, permintaan dan kebutuhan akan bubuk instan, semakin hari kian meningkat. Termasuk pula permintaan kemasan ini di diKemas.com yang semakin meningkat. Segala yang serba instan termasuk bumbu masak, hadir menjadi penyelamat bagi mereka yang ingin hemat waktu atau bagi yang malas repot kupas ini itu. Setuju, kan?

Pada kesempatan kali ini, kami akan mengupas pertanyaan yang paling sering ditanyakan terkait kemasan bumbu. Barangkali kamu sedang tertarik untuk terjun ke bidang ini, semoga bermanfaat ya!

Kemasan Bumbu Seperti Apa Yang Tersedia?

Ragam Kemasan Bumbu Yang Bisa Kamu Pilih Sesuai Produk Yang Akan Dikemas & Budget

Bicara mengenai kemasan yang disediakan diKemas.com,tentu saja ada beberapa macam kemasan yang disediakan. Apabila tertarik, semua tergantung kemasan bumbu seperti apa yang dicari konsumen. Biasanya disesuaikan dengan produk bumbu seperti apa yang ingin dikemas dan juga target pasar mau ke mana, ke pasar tradisional atau ke ritel modern.

Tidak perlu khawatir soal jenis kemasan yang tersedia karena diKemas.com menyediakan kemasan yang bisa di custom oleh pelaku bisnis pemula maupun bisnis yang sudah pabrik.

Rekomendasi Kemasan Bumbu Terbaik Untuk Pemula?

Saking banyaknya yang membutuhkan bumbu instan, makin banyak pula pelaku usaha yang berbondong-bondong menekuni bisnis ini. Kemudian muncul pertanyaan seperti “Saya masih pemula, bisa beri saya rekomendasi kemasan?”

Supaya dapat menghemat budget terutama bagi pemula yang tidak jarang segala sesuatu-nya masih serba coba-coba (trial error), kami beri rekomendasi untuk menggunakan kemasan sachet sablon satu warna. Bahan kemasan ini alufoil dan dengan bahan ini bumbu jadi bisa lebih awet dibanding kalau kamu mengemas dengan plastik asal-asalan.

Tersedia ukuran kecil dan besar untuk jenis kemasan sachet sablon. Untuk ukuran dalam cm-nya 8×9 dan 8×12 cm yang bisa kamu pilih sesuai

Selain Kemasan Sablon, Ada Apa Lagi?

Apabila kamu sudah menggunakan kemasan sablon dan ingin upgrade kemasan, bisa pakai kemasan sachet printing yang lebih full warna. Kalau menggunakan kemasan yang printing, kelebihannya untuk info yang dimuat pada kemasan bisa lebih banyak.

Jika ditelusuri kembali, bisa dilihat jika sablon satu warna hanya bisa memuat merek dan komposisi. Dengan kata lain, sachet sablon tampilannya lebih sederhana dan simpel termasuk soal desainnya. Sedangkan kalau kamu pakai kemasan printing tentu bisa memuat lebih banyak informasi, seperti jenis-jenis produknya punya varian apa saja sehingga konsumen lebih mengerti dan mengenal produk lebih jauh. Selain itu, foto produk juga jadi bisa dimasukkan pada kemasan, dengan catatan yaitu foto real produk (bukan desain ulang).

Kemudian muncul pertanyaan baru. Selain sachet yang notabene dipakai untuk netto kecil, bubuk 5 gram 10 gram. Apabila kamu membutuhkan kemasan untuk mengemas yang lebih banyak seperti 50 gram, 100 gram, atau lainnya, direkomendasikan menggunakan kemasan seperti apa?

Kalau produk yang lebih besar yang tidak menggunakan kemasan sachet bisa menggunakan standing pouch. Untuk ukurannya bisa custom dari ukuran kecil hingga besar. Bebas mau berapa cm sesuai permintaan kamu. Minimal ordernya sangat bersahabat, hanya mulai dari 1000 pcs. Bahannya alufoil bagian dalamnya, printing bahan dalamnya alufoil dan bagian luarnya art paper. Artpaper bisa dilaminasi lagi (doff tidak mengkilap, glossy mengkilap), lagi-lagi bisa pilih sesuai selera.

Bagi teman-teman yang sudah mulai usaha dan ingin merambah ke skala pabrik, bisa menggunakan kemasan roll atau standing pouch. Kemasan roll bisa untuk produk sachet kecap, sambal, atau bumbu biji seperti lada. Tentu saja kemasan ini bisa digunakan terutama bagi yang produksinya skala besar dan memang sudah ingin melebarkan sayap sehingga pemasarannya juga lebih luas.

Adakah Perbedaan Memakai Alufoil dan Standing Pouch?

Untuk sachet roll bisa custom bahan, bisa pakai alufoil, nylon, atau pilih bahan lainnya yang tersedia tergantung produk yang akan dikemas. Kalau biji-bijian misalnya seperti produk lada bisa pakai yang bahannya alufoil. Nah untuk roll yang sifat produknya pasta, sebagai contoh: sambal bumbu, sambal kecap, dll kamu bisa menggunakan bahan nylon.

Kalau standing pouch bahannya apa? Kembali lagi, kamu bisa memilih ingin memakai kemasan dengan bahan PET atau Nylon. Perbedaannya, bahan nylon lebih lentur sehingga mencegah kebocoran pada kemasan produk.

Kemasan Botol, Fungsi Botol Sebagai Kemasan Bumbu?

Selain kemasan sachet dan standing pouch, ada juga kemasan botol. Perbedaan dengan kemasan yang sudah dibahas sebelumnya, untuk botol desainnya hanya bisa stiker, bukan sablon maupun printing.

Bicara soal kekurangan dan kelebihan, botol sambal ada bahan plastik atau kaca. Kekurangan, pengiriman harus lebih membutuhkan treatmen khusus. Seperti botol ini biasanya dilapisi alufoil setelah terisi produk, lalu bisa di sealer (manual pakai strika adalah cara paling mudah tanpa keluar biaya pembelian mesin) kalau punya alat sealer lain juga lebih baik. Setelah dilapisi aluofil kemudian ditutup pakai tutupnya, supaya lebih aman bisa dilapisi plastik wrap.

Demikianlah ulasan seputar kemasan bumbu yang bisa kamu jadikan referensi memulai atau meneruskan usaha kamu. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan segala aspek dari usaha yang kamu jalankan, termasuk packaging-nya. Kemasan produk juga menjadi gerbang bagi kesuksesan usahamu lho, sehingga tidak boleh sampai terabaikan. Bagikan juga tulisan ini ke rekan lain supaya makin banyak yang mendapatkan pengetahuan soal kemasan ukm. Salam sukses!

Konsultasi (WA)

Tinggalkan komentar