Pengusaha Gula, Pakai Kemasan Sachet Ini untuk Membidik Pasar Ekspor!

Indonesia adalah negara dengan sumber daya yang melimpah, apalagi sumber daya alamnya. Aspek ini membuat banyak pengusaha dari sektor alam yang ada di Indonesia. Contohnya pengusaha beras, pengusaha buah, pengusaha gula dan lain sebagainya. Sektor industri gula adalah salah satu sektor industri yang terus mengalami perkembangan.

Menjalankan usaha dalam produk industri gula tidak harus memiliki alat-alat produksi yang besar dan canggih. Usaha gula rumahan mulai banyak dijalankan oleh orang-orang. Jadi tidak hanya pabrik-pabrik besar dengan alat-alat canggih yang dapat masuk dalam pasar usaha ini. Gula hasil produksi ini biasanya hadir dengan kemasan yang beragam.

paper-cup-baner-web

Bagi kamu pelaku usaha gula bisa memasarkan produk gulamu dengan kemasan sachet. Ini adalah salah satu cara pengemasan yang praktis. Mungkin beberapa orang akan langsung teringat dengan gula-gula yang ada di hotel jika melihat gula dalam kemasan sachet ini. Menggunakan kemasan sachet juga berarti meningkatkan produk gulamu dari segi tampilan kan?

Bisnis Gula yang Peluangnya Mendunia

Bisnis Gula yang Peluangnya Mendunia

Industri gula di Indonesia mengalami peningkatan peluang karena kebutuhan orang-orang akan gula terus meningkat. Tidak dapat dipungkiri semua orang baik di mancanegara dan khususnya di Indonesia tidak dapat lepas dari gula dalam kesehariannya. Indonesia sebagai salah satu negara yang sumber daya alam bahan baku gulanya tinggi tidak hanya tinggal diam.

Indonesia menjadi pemasok gula bagi mancanegara, khususnya gula merah atau gula semut. Industri gula, khususnya gula semut, di Indonesia menghasilkan produk yang diminati oleh pasar internasional. Permintaan ekspor gula semut yang terus meningkat dari tahun 2014 sampai tahun 2018 menjadi bukti tingginya permintaan pasar internasional.

Ini menjadi peluang yang sangat besar untuk membangun perekonomian. Apalagi industri gula ini sudah didukung juga oleh pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Selain dalam pasar internasional, gula semut ini juga banyak dibutuhkan di Indonesia. Penggunaannya tidak hanya untuk minuman sebagai pemanis, namun juga untuk makanan seperti gado-gado, sate, dan lain sebagainya.

Gula Kemasan Sachet 

Membidik pasar internasional dalam menjual gula semut produksimu tidak bisa langsung asal tanpa strategi yang baik. Meski pasarannya sangat terbuka bahkan sampai ke luar negeri kamu juga harus bersaing dengan pengusaha-pengusaha lainnya yang tidak kalah kreatif. Apalagi jika kamu baru akan menjalankan usaha gula ini, produkmu belum dikenal oleh orang-orang. Kamu benar-benar mulai dari awal.

Maka dari itu kamu membutuhkan suatu strategi atau cara pemasaran yang berbeda. Kamu membutuhkan sesuatu yang unik dari gula semutmu. Jika kamu terlalu banyak berkreasi dengan gula semut maka bepotensi merusak cita rasa gula semut. Padahal cita rasa merupakan hal penting yang digemari para konsumen. Kemasan yang unik, menarik, dan berbeda menjadi jawaban atas permasalahan ini.

Gula dapat dikemas menggunakan beberapa kemasan yang bisa didesain atau dibuat sedemikian rupa. Untuk kebutuhan praktis gula ini dikemas dengan kemasan yang kecil atau sangat cukup untuk sekali penggunaan. Kemasan yang tepat untuk kebutuhan ini adalah kemasan sachet. Ada beberapa jenis kemasan gula sachet yang bisa kamu pakai.

1. Kemasan Sachet kertas

kertas kemasan

Kemasan sachet ini berukuran kecil dan berbahan dasar kertas yang membuat produk di dalamnya bisa bernafas karena bahannya memiliki serat untuk udara yang baik. Sachet gula kertas ini hadir dalam ukuran 5 gram, 6 gram, 7 gram, sampai 8 gram. Takaran ini merupakan takaran sekali penggunaan.

Kemasan sachet ini sangat praktis dalam penggunaan karena mudah sekali disobek dan diberi cetakan print. Namun penggunaan kemasan kertas untuk gula semut kurang disarankan karena kurang tahan lama melindungi gula semut yang ada di dalam kemasan ini. Biasanya kemasan ini ditemui di hotel atau cafe.

2. Sachet aluminium foil

gula kemasan sachet alufoil

Hadir dengan ukuran 5 sampai 15 gram kemasan sachet ini berbahan dasar aluminium foil yang aman untuk mengemas gula produksimu. Berbeda dengan kemasan kertas, aluminium foil tidak memiliki serat untuk sirkulasi udara pada bahannya. Maka dari itu tingkat ketahanannya lebih lama dibanding kemasan sachet kertas.

Biasanya kemasan yang memiliki ukuran 8×9 cm ini digunakan untuk menyasar pasar hotel, restoran, dan ritel-ritel modern. Bahan aluminium foil sangat efektif membuat produk bubuk seperti gula semut tidak cepat menggumpal, dan mempertahankan aroma dan cita rasa gula yang dikemas di dalamnya.

3. Sachet metalize

kemasan metalize

Kemasan selanjutnya yang dapat dipakai untuk mengemas produk gula adalah kemasan sachet metalize. Secara kasat mata, bahan metalize ini mirip dengan aluminium foil. Perbedaan dari metalize dengan aluminium foil terlihat jelas ketika kemasan ini diterawang pada cahaya terang, metalize masih tembus pandang.

Metalize juga tidak kedap udara namun materialnya masih cukup melindungi gula di dalam kemasan meski rentang waktunya tidak selama kemasan aluminium foil. Jika dibandingkan dengan aluminium foil kemasan sachet metalize ini lebih murah. Sehingga cocok bagi kamu pengusaha gula pemula dengan budget yang minim untuk memberikan tampilan berbeda pada produk gulamu.

Itu dia peluang usaha produk gula dan ragam pengemasannya dengan kemasan sachet supaya menarik. Agar bisa masuk ke dalam pasar international jangan lupa gunakan kemasan sachet yang praktis dan menarik itu, ya. Kalau kamu mau pakai kemasan sachet yang mana? Tulis di kolom komentar di bawah ini, ya!

Konsultasi (WA)

Tinggalkan komentar