Tanya-Jawab PIRT Bumbu Dapur, Gini Lho Cara Ngurus Izinnya!

Tanya-jawab PIRT bumbu dapur kali ini hadir untuk membantu pelaku UMKM yang masih bingung dengan izin edar usaha bumbu miliknya. Oleh karena itu, diKemas.com hadir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari teman-teman semua!

Izin Sambal Rumahan

Sambal rumahan yang dikemas apa bisa pakai izin PIRT?

Bisa banget, selama produksinya masih dalam lingkup industri rumah tangga. Salah satu kriteria dari industri rumah tangga adalah lokasi produksi masih jadi satu dengan rumah sendiri. Selain itu, setiap produk skala industri rumahan yang tahan lebih dari tujuh hari, memang wajib izin PIRT.

Kalau produksi sambal rumahan milik pelaku usaha memenuhi kriteria di atas, maka bisa mengajukan izin PIRT. Atau, jika sambal rumahan tahan kurang dari tujuh hari, tapi tetap pengen majukan izin edar PIRT, dinas kesehatan tetap memperbolehkan.

Izin Varian Sambal Kemasan

Kalau produksi sambal kemasan berbagai varian, nomor PIRT cukup satu saja atau sesuai variannya?

Bahan dasar sambal memang cabai, tetapi variannya ada banyak sekali. Misal kita mengenal sambal cumi, sambal teri, hijau. Setiap varian tersebut, proses produksinya itu berbeda, sehingga untuk varian sambal berbagai rasa izin edar PIRTnya berbeda.

Kemasan Untuk Produk Olahan Bumbu

Apakah ada kategori kemasan yang boleh dipakai untuk produk olahan bumbu?

Pada dasarnya, tidak ada batasan tertentu terkait penggunaan kemasan. Pelaku UMKM boleh menggunakan kemasan apa saja, mau standing pouch, botol plastik, hingga botol kaca. Cuma kalau teman-teman ingin pakai kemasan kaleng misalnya, pastikan bahwa produk di dalamnya tidak melalui proses sterilisasi ataupun pasteurisasi. Karena kedua proses pengolahan pangan dengan cara sterilisasai maupun pasteurisasi izin edar produknya harus BPOM.

Kemasan Kaleng Untuk Bumbu

Apakah bumbu kalengan bisa mengajukan izin PIRT?

Bisa banget, asalkan produk yang dikemas dengan kaleng tidak melalui proses sterilisasi ataupun pasteurisasi. Untuk produk yang melewati proses pengolahan tersebut harus melalui izin edar BPOM.

Repacking Bumbu

Kalau ambil bumbu dari produsen, terus tinggal ngemas apakah perlu izin PIRT?

Tentu perlu. Namun harus dipastikan bahwa produsen pertama sudah memiliki izin edar terlebih dahulu. Jadi, untuk teman-teman yang melakukan repacking tanpa menambahkan bahan tambahan lain akan mendapatkan izin PIRT  â€˜dikemas oleh’. Untuk bisa memiliki izin dikemas oleh, maka pelaku umkm yang mengajukan permohonan harus menyertakan izin PIRT milik produsen pertama.

Izin Bumbu-Bumbuan di Pasar

Jual aneka bumbu-bumbuan di pasar apakah harus punya izin PIRT?

Bumbu-bumbuan yang dimaksud seperti apa? Kalau bumbu segar seperti bawang merah, bawang putih, tidak perlu memiliki izin PIRT. Kalau bumbu pasar yang dimaksud adalah bumbu ulek, selama memiliki kemasan, tahan lebih dari tujuh hari di suhu ruang maka wajib memiliki izin PIRT.

Tapi kalau bumbu yang dijual tahan kurang dari tujuh hari di suhu ruang, maka tidak wajib untuk mengajukan izin edar PIRT.

Izin Untuk Jenis Sambel Kering dan Sambal Basah

Sambal kering seperti bon cabe dan sambal basah seperti yang botolan abc itu perlu izin edar apa? Apakah beda wujud beda izin atau sama?

Pengolahan sambal kering dan juga sambal basah itu berbeda, maka izin PIRTnya juga berbeda. Pastikan bahwa produksi sambal kering dan sambal basah yang dimaksud masih dalam lingkup produksi pangan rumahan, bukan skala industri. Produk yang diproduksi dalam skala besar (seperti di pabrik atau perusahaan) maka wajib memiliki izin BPOM.

Izin Bumbu Kacang Kemasan

Bumbu kacang kemasan yang siap makan itu izin edarnya apa? Biasanya kemasan pakai plastik bening?

Penggunaan kemasan apapun sebenarnya tidak masalah sama sekali. Kalau bumbu kacang kemasan siap makan, daya tahannya kurang dari tujuh hari di suhu ruang, bisa juga mengajukan izin PIRT ke dinas kesehatan di daerah masing-masing.

Tanya-jawab PIRT bumbu di atas diharapkan dapat memberikan wawasan baru terkait pengurusan izin edar. Jadi, ketika pelaku UMKM mengajukan izin, sudah ada bekal pengetahuan terkait PIRT.

Tinggalkan komentar